Jumat, 04 Maret 2016

Pameran Karya Seni Rupa Kelas X semester 2 dan contoh tugas

Pameran Karya Seni Rupa

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.
Pameran merupakan suatu bentuk usaha jasa yang mempertemukan antara produsen dan pembeli namun pengertian pameran lebih jauh adalah suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli.
Macam pameran: show, exhibition, expo, pekan raya, fair, bazaar, pasar murah.

Jenis-jenis pameran:
Pameran tetap (permanent exhibition)
Pameran temporer (temporary exhibition)
Pamameran keliling (traveling exhibition)

Pameran Tetap
Menyajikan karya-karya koleksi Galeri Nasional Indonesia secara periodik yang ditata berdasarkan konsep kuratorial dan diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia. Waktu penyelenggaraan pameran tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun.
Prosedur dan mekanisme pameran tetap
Penentuan atau pemilahan koleksi yang akan dipamerkan mengacu pada konsep kuratoral dengan mempertimbangkan aspek sejarah, tematik, dan keragaman visualisasi bentuk.
Koleksi yang akan dipamerkan harus dalam kondisi baik dan telah dilakukan proses perawatan (restorasi/konservasi)
Pada ruang pameran tetap disediakan data (label) informasi berupa pengantar kurator dan pada setiap koleksi yang dipamerkan juga disediakan label karya atau informasi lainnya.
Perubahan atau pergantian tata pameran tetap dapat dilakukan secara periodik satu atau dua tahun sekali.
Pameran tetap dibuka untuk umum setiap hari, pukul 10.00-16.00, kecuali hari senin (libur)
Diupayakan penyebarluasan informasi tentang pameran tetap melalui berbagai media publikasi serta dilakukan bimbingan edukasi untuk pengunjung yang membutuhkan.

Pameran Temporer
Pameran tunggal atau atau pameran bersama yang menyajikan karya-karya seni rupa dalam jangka waktu tertentu yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan pameran temporer berlangsung minimal 10 hari, maksimal berlangsung selama 30 hari.

Prosedur dan mekanisme pameranTemporer
Di Galeri Nasional Indonesia, khususnya yang diprakarsai oleh pihak di luar Galeri Nasional Indonesia adalah sebagai berikut:
Mengajukan surat permohonan pameran atau gedung yang ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.
Surat permohonan dilampiri proposal pameran yang memuat konsep pameran, biodata seniman dan repro karya yang akan dipamerkan, diajukan selambat-lambatnya 6 bulan sebelum jadwal permintaan.
Setiap pameran yang digelar di Galeri Nasional Indonesia wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial.
Galeri Nasional Indonesia berhak mendapatkan dokumnetasi untun kepentingan apresiasi, edukasi dan kepentingan ilmiah dilaksanakan dalam rangka piblikasi, promosi, dan kajian perkembangna seni rupa.

Pameran Keliling
Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi Galeri Nasional Indonesia maupun karya di luar Galeri Nasional Indonesia ke berbagai daerah di Indonesia atau luar negeri yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan pameran keliling minimal berlangsung selama 10 hari.

Prosedur dan mekanisme pameran keliling adalah sebagai berikut:
Menyusun perencanaan kuratorial (TOR/Proposal kegiatan)
Merancang kerjasama denagn lembaga mitra kerja dalam hal materi dan pelaksanaan
Menetapkan materi pameran, registrasi dan asuransi
Merencanakan pengecakapan dan pengiriman karya
Merencanakan display, acara pembukaan, program edukasi untuk publik.
Ruang untuk setiap peserta pameran disebut stand atau booth yang dibagikan dan diatur oleh panitia penyelenggara.

Berdasarkan jumlah seniman yang tampil, dibedakan menjadi Pemeran Tunggal/ Pameran Bersama/ kelompok. Pameran sekolah biasanya dapat digolongkan sebagai pameran heterogen dan pameran kelompok, karena memamerkan beragam jenis karya seni rupa dari beberapa siswa.

 Jenis pameran ada 2: pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik, dan sebagainya. Pameran heterogen artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa misalnya, pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik, dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.

Prosedur penyelenggaraan Pameran karya seni rupa
Pembentukan panitia
Menentukan konsep/ materi
Menetukan tempat dan waktu pameran

Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Pameran
Tujuannya pada dasarnya meliputi tujuan sosial dan kemanusiaan, tujuan komersial, serta tujuan yang berkaitan dengan pendidikan. Tujuan sosial kemanusiaan misalnya kegiatan pameran dalam rangka menggalang dana kemanusiaan. Tujuan komersial misalnya pameran sekaligus untuk dijual kepada para pengunjung atau pembeli. Tujuan yang berkaitan dengan pendidikan misalnya pameran yang diselenngarakan di sekolah atau memamerkan hasil karya siswa untuk penilaian hasil belajar siswa.
Pameran yang diselenggarakan di sekolah memiliki manfaat, diantaranya sebagai berikut:
Menumbuhkan dan menambah kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya orang lain.
Meningkatkan kemampuan berkarya siswa karena karena siswa akan bersaing secara sehat dan terarah, sehingga akan mendorong siswa membuat karya terbaiknya.
Menambah wawasan dan kemampuan siswa dalam melakukan penilaian (evaluasi) secara lebih obyektif. Hal ini khusunya bagi guru, orang tua, dan masyarakat terhadap pencapaian siswa dalam bidang seni rupa.
Berkaitan dengan organisasi penyelenggaraanya, penyelenggaraan pameran di sekolah bermanfaat sebgai berikut:
Sebagai sarana apresiasi dan hiburan bagi para pengunjung.
Melatih kerja sama karena pameran merupakan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang
Melatih kemandirian dan bertanggung jawab serta melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja dan melaksanakan yang telah direncanakan
Mempertebal pengalaman sosial dengan hidup bermasyarakat
Membangkitkan motivasi jika pameran dapat diapresiasi dengan baik oleh pengunjung.
Adapun fungsi pameran secara umum adalah sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman) dan pengamat seni (apresiator) serta untuk membangkitkan apresiasi seni masyarakat.
Fungsi pameran dapat pula dijelaskan sebagai berikut:
Fungsi apresiasi
Adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya, apresiasi juga dapat diartikan sebagai tindakan menilai, menghargai, memahami, dan menikmati karya seni rupa untuk selanjutnya menimbulkan rangsang positif untuk berkreasi secara aktif.
Fungsi edukasi
Dapat mendidik manusia akan kesadaran nilai keindahan dan nilai seni budaya, melatih kepekaan terhadap rasa, cipta, karsa, dan akhirnya menimbulkan dorongan untuk berkreasi secara aktif.
Fungsi rekreasi
Sebagai sarana pemenuhan kebutuhan spiritual manusia dari aspek hiburan.
Fungsi prestasi
Sebagai ajang untuk memeperlihatkan prestasi yang telah dicapai oleh seseorang dari sejauh mana proses kreatif seseorang (seniman) dalam bidang seni.


Tugas 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1,Jelaskan pengertian pameran!
2,Jelaskan perbedaan antara pameran tetap, pameran temporer dan pameran keliling!
3,Mengapa pameran sekolah disebut sebagai pameran heterogen?
4,Sebutkan dan urutkan prosedur penyelenggaraan pameran seni rupa!
5,Sebutkan dan jelaskan tujuan, manfaat dan fungsi pameran karya seni rupa!

1 komentar:

  1. Banyak pameran besar dibuat di Indonesia namun tidak semua pameran yang dibuat mampu mencapai target. Berikut cara membangun pameran dengan skala yang besar.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

personal recount

Chapter 1 Personal Recount Recount text tells the readers about the writer’s experience. It is usually uses past tense. The generic...