Jumat, 04 Maret 2016

personal recount

Chapter 1 Personal Recount

Recount text tells the readers about the writer’s experience. It is usually uses past tense.

The generic structure :

Orientation : introducing what happened, where the story happened and who was involved in the story.

Sequence of events : describing series of events

Re-orientation : giving the closure of events ( or conclusion)

Here is the example of recount text :

Orientation
Last week, Super Junior or Su-Ju-M, a famous Korean boy band that is widely known for its pop songs and dance, performed in Jakarta. The band of eight boys were to perform on Sunday night and they had arrived in Jakarta one day before the concert.

A sequence of events
They arrived at Soekarno Hatta airport on Saturday evening. To welcome them, several fans and I decided to wait for them at the hotel they were booked into. After waiting for several minutes, they arrived. We cheered happily and wanted to shake their hands. However, their management wanted the boy band to take a rest for a while. They promised that there would be a press conference at later.  Not long after the boy band had a press conference at the hotel lobby. During the final section, many fans, including me, took photographs with them and received their autographs.
On Sunday night we went to the convention hall where the concert was held, by taxi. The concert was due to begin at eight, but we had arrived there at  six thirty. The tickets were sold out and it was very crowded. You know what, most of the audience were teenagers, especially girls, and many of them wore K-pop costumes. The police and security officers guarded the line between the stage and audience.
At about eight, the boy band appeared on stage. They sang their songs and danced. The audience cheered, sang and followed their dances. At the end of the concert, the band said thank you in Indonesian and the audience gave them a big round of applause.

Re-orientation
Overall, the concert was a success.

Choose an item.
Grammar Review
Was/Were + adjective
I was  happy You were lucky
Fery was helpful We were diligent
It was memorable The children were creative

peta jalur masuknya nenek moyang bangsa indonesia

PETA JALUR MASUKNYA NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA

Menurut teori H. Kern dan Von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia
berasal dari rumpun bangsa Austronesia yang masuk ke Indonesia sekitar 2000 SM secara
bergelombang dan menyebar ke wilayah Indonesia.Mereka berasal dari daerah Yunan
(Tonkin), yaitu sekitar lembah hulu Sungai Mekhong, Vietnam sekarang.Perpindahan
bangsa Austronesia tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.Pertama, terjadinya bencana
alam, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan sebagainya.Kedua, adanya
serangan bangsa-bangsa pengembara dari Cina Utara (bangsa Barbar) sekitar tahun 2000
SM, dan serangan dari bangsa Tibet sekitar 1000 SM. Faktor tersebut telah mendorong
bangsa Austronesia meninggalkan tempat kelahirannya untuk mencari tempat hidup baru
yang lebih aman. Mereka datang ke Indonesia ada yang melalui jalur darat dan ada juga
yang melalui jalur laut.Penyebaran mereka ke Indonesia terbagi dalam dua gelombang,
yaitu sebagai berikut.
a. Gelombang Pertama (2000 SM)
Nenek moyang bangsa Indonesia yang datang kali pertama diperkirakan terjadi pada
2000 SM. Arus perpindahan bangsa Austronesia ini membawa kebudayaan Neolithikum,
dan dikenal dengan sebutan Proto Melayu (Melayu Tua). Mereka datang dari Yunan ke
Indonesia melalui jalur Barat dan Timur.
 Jalur Barat, dari Semenanjung Malaya, Sumatra, ada yang menuju ke Jawa, ada yang menuju ke Kalimantan, dan berakhir di Nusa Tenggara. Peninggalan kebudayaan yang  dibawa melalui jalur barat ini adalah kapak persegi.
Jalur Timur, dari Teluk Tonkin di Yunan menyusuri Pantai Asia Timur menuju Taiwan,  Filipina, Sulawesi, Maluku, Papua, sampai Australia. Peninggalan kebudayaan yang  dibawa melalui jalur ini adalah kapak lonjong yang banyak dijumpai di Minahasa, Seram, Kalimantan, dan Papua.Oleh karena itu, kapak ini sering disebut Neolithikum Papua.  Dari sekian banyak suku bangsa Indonesia yang tersebar di seluruh Kepulauan Nusantara, kita masih dapat melihat suku bangsa yang tergolong Proto Melayu ini, yaitu Suku Batak Pedalaman, Suku Dayak, Suku Toraja, dan Suku Papua.

b. Gelombang Kedua (500 SM)
Gelombang kedua terjadi sekitar 500 SM. Gelombang kedua ini juga termasuk dalam
rumpun bangsa Austronesia yang disebut Deutro Melayu (Melayu Muda).Kebudayaan yang
dibawa ras Deutro Melayu ini relatif lebih maju karena mereka sudah mengenal benda-
benda dari perunggu, seperti kapak corong, nekara, dan perhiasan perunggu (Kebudayaan
Dongson). Bangsa Austronesia dari ras Deutro Melayu ini akhirnya dapat mendesak ras Proto
Melayu yang sudah lebih dahulu datang.Sifat ras Deutro Melayu ini lebih terbuka terhadap
pengaruh kebudayaan luar dibandingkan dengan ras Proto Melayu. Kedatangan nenek
moyang ke wilayah kepulauan kita memilih daerah pantai, muara, dan sungai dengan per-
timbangan, antara lain letaknya strategis, mudah mendapatkan air, subur, tersedia bahan
makanan, dan jalur lalu lintas yang mudah dilalui. Melalui perjalanan waktu yang sangat panjang, ras Deutro Melayu ini akhirnya menjadi nenek moyang sebagian besar bangsa Indonesia.Kehadirannya me-lahirkan kebudayaan baru dan kemudian menjadi kebudayaan bangsa Indonesia sekarang ini.

Pameran Karya Seni Rupa Kelas X semester 2 dan contoh tugas

Pameran Karya Seni Rupa

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.
Pameran merupakan suatu bentuk usaha jasa yang mempertemukan antara produsen dan pembeli namun pengertian pameran lebih jauh adalah suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli.
Macam pameran: show, exhibition, expo, pekan raya, fair, bazaar, pasar murah.

Jenis-jenis pameran:
Pameran tetap (permanent exhibition)
Pameran temporer (temporary exhibition)
Pamameran keliling (traveling exhibition)

Pameran Tetap
Menyajikan karya-karya koleksi Galeri Nasional Indonesia secara periodik yang ditata berdasarkan konsep kuratorial dan diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia. Waktu penyelenggaraan pameran tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun.
Prosedur dan mekanisme pameran tetap
Penentuan atau pemilahan koleksi yang akan dipamerkan mengacu pada konsep kuratoral dengan mempertimbangkan aspek sejarah, tematik, dan keragaman visualisasi bentuk.
Koleksi yang akan dipamerkan harus dalam kondisi baik dan telah dilakukan proses perawatan (restorasi/konservasi)
Pada ruang pameran tetap disediakan data (label) informasi berupa pengantar kurator dan pada setiap koleksi yang dipamerkan juga disediakan label karya atau informasi lainnya.
Perubahan atau pergantian tata pameran tetap dapat dilakukan secara periodik satu atau dua tahun sekali.
Pameran tetap dibuka untuk umum setiap hari, pukul 10.00-16.00, kecuali hari senin (libur)
Diupayakan penyebarluasan informasi tentang pameran tetap melalui berbagai media publikasi serta dilakukan bimbingan edukasi untuk pengunjung yang membutuhkan.

Pameran Temporer
Pameran tunggal atau atau pameran bersama yang menyajikan karya-karya seni rupa dalam jangka waktu tertentu yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan pameran temporer berlangsung minimal 10 hari, maksimal berlangsung selama 30 hari.

Prosedur dan mekanisme pameranTemporer
Di Galeri Nasional Indonesia, khususnya yang diprakarsai oleh pihak di luar Galeri Nasional Indonesia adalah sebagai berikut:
Mengajukan surat permohonan pameran atau gedung yang ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.
Surat permohonan dilampiri proposal pameran yang memuat konsep pameran, biodata seniman dan repro karya yang akan dipamerkan, diajukan selambat-lambatnya 6 bulan sebelum jadwal permintaan.
Setiap pameran yang digelar di Galeri Nasional Indonesia wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial.
Galeri Nasional Indonesia berhak mendapatkan dokumnetasi untun kepentingan apresiasi, edukasi dan kepentingan ilmiah dilaksanakan dalam rangka piblikasi, promosi, dan kajian perkembangna seni rupa.

Pameran Keliling
Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi Galeri Nasional Indonesia maupun karya di luar Galeri Nasional Indonesia ke berbagai daerah di Indonesia atau luar negeri yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain. Waktu penyelenggaraan pameran keliling minimal berlangsung selama 10 hari.

Prosedur dan mekanisme pameran keliling adalah sebagai berikut:
Menyusun perencanaan kuratorial (TOR/Proposal kegiatan)
Merancang kerjasama denagn lembaga mitra kerja dalam hal materi dan pelaksanaan
Menetapkan materi pameran, registrasi dan asuransi
Merencanakan pengecakapan dan pengiriman karya
Merencanakan display, acara pembukaan, program edukasi untuk publik.
Ruang untuk setiap peserta pameran disebut stand atau booth yang dibagikan dan diatur oleh panitia penyelenggara.

Berdasarkan jumlah seniman yang tampil, dibedakan menjadi Pemeran Tunggal/ Pameran Bersama/ kelompok. Pameran sekolah biasanya dapat digolongkan sebagai pameran heterogen dan pameran kelompok, karena memamerkan beragam jenis karya seni rupa dari beberapa siswa.

 Jenis pameran ada 2: pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik, dan sebagainya. Pameran heterogen artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa misalnya, pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik, dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.

Prosedur penyelenggaraan Pameran karya seni rupa
Pembentukan panitia
Menentukan konsep/ materi
Menetukan tempat dan waktu pameran

Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Pameran
Tujuannya pada dasarnya meliputi tujuan sosial dan kemanusiaan, tujuan komersial, serta tujuan yang berkaitan dengan pendidikan. Tujuan sosial kemanusiaan misalnya kegiatan pameran dalam rangka menggalang dana kemanusiaan. Tujuan komersial misalnya pameran sekaligus untuk dijual kepada para pengunjung atau pembeli. Tujuan yang berkaitan dengan pendidikan misalnya pameran yang diselenngarakan di sekolah atau memamerkan hasil karya siswa untuk penilaian hasil belajar siswa.
Pameran yang diselenggarakan di sekolah memiliki manfaat, diantaranya sebagai berikut:
Menumbuhkan dan menambah kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya orang lain.
Meningkatkan kemampuan berkarya siswa karena karena siswa akan bersaing secara sehat dan terarah, sehingga akan mendorong siswa membuat karya terbaiknya.
Menambah wawasan dan kemampuan siswa dalam melakukan penilaian (evaluasi) secara lebih obyektif. Hal ini khusunya bagi guru, orang tua, dan masyarakat terhadap pencapaian siswa dalam bidang seni rupa.
Berkaitan dengan organisasi penyelenggaraanya, penyelenggaraan pameran di sekolah bermanfaat sebgai berikut:
Sebagai sarana apresiasi dan hiburan bagi para pengunjung.
Melatih kerja sama karena pameran merupakan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang
Melatih kemandirian dan bertanggung jawab serta melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja dan melaksanakan yang telah direncanakan
Mempertebal pengalaman sosial dengan hidup bermasyarakat
Membangkitkan motivasi jika pameran dapat diapresiasi dengan baik oleh pengunjung.
Adapun fungsi pameran secara umum adalah sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman) dan pengamat seni (apresiator) serta untuk membangkitkan apresiasi seni masyarakat.
Fungsi pameran dapat pula dijelaskan sebagai berikut:
Fungsi apresiasi
Adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya, apresiasi juga dapat diartikan sebagai tindakan menilai, menghargai, memahami, dan menikmati karya seni rupa untuk selanjutnya menimbulkan rangsang positif untuk berkreasi secara aktif.
Fungsi edukasi
Dapat mendidik manusia akan kesadaran nilai keindahan dan nilai seni budaya, melatih kepekaan terhadap rasa, cipta, karsa, dan akhirnya menimbulkan dorongan untuk berkreasi secara aktif.
Fungsi rekreasi
Sebagai sarana pemenuhan kebutuhan spiritual manusia dari aspek hiburan.
Fungsi prestasi
Sebagai ajang untuk memeperlihatkan prestasi yang telah dicapai oleh seseorang dari sejauh mana proses kreatif seseorang (seniman) dalam bidang seni.


Tugas 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1,Jelaskan pengertian pameran!
2,Jelaskan perbedaan antara pameran tetap, pameran temporer dan pameran keliling!
3,Mengapa pameran sekolah disebut sebagai pameran heterogen?
4,Sebutkan dan urutkan prosedur penyelenggaraan pameran seni rupa!
5,Sebutkan dan jelaskan tujuan, manfaat dan fungsi pameran karya seni rupa!

contoh ulangan harian anekdot kelas X semester 2

personal recount

Chapter 1 Personal Recount Recount text tells the readers about the writer’s experience. It is usually uses past tense. The generic...